RUPIAH

Kurs Rupiah Menguat pada Perdagangan Senin 23 Februari 2026

Kurs Rupiah Menguat pada Perdagangan Senin 23 Februari 2026
Kurs Rupiah Menguat pada Perdagangan Senin 23 Februari 2026

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah pada awal pekan menunjukkan sinyal positif di pasar keuangan domestik. 

Di tengah dinamika global yang terus berkembang, mata uang Garuda mampu mencatatkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan hari ini. Kondisi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena mencerminkan respons rupiah terhadap sentimen regional yang cenderung menguat.

Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini. Senin, 23 Februari 2026, rupiah dibuka di level Rp 16.868 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menandai pergerakan yang lebih baik dibandingkan posisi sebelumnya.

Penguatan di awal sesi perdagangan sering kali menjadi indikator awal sentimen pasar. Meskipun fluktuasi dapat terjadi sepanjang hari, pembukaan yang positif memberikan gambaran bahwa tekanan terhadap rupiah relatif terkendali pada pagi hari.

Perbandingan Dengan Penutupan Perdagangan Sebelumnya

Pergerakan rupiah pada Senin pagi ini menunjukkan peningkatan dibandingkan posisi terakhir pada akhir pekan lalu. Selisih pergerakan memang tidak terlalu besar, namun tetap signifikan dalam konteks stabilitas pasar valuta asing.

Ini membuat rupiah menguat 0,12% dibanding penutupan hari Jumat, 20 Februari 2026 yang berada di level Rp 16.888 per dolar AS. Pergerakan rupiah ini sejalan dengan mayoritas uang di Asia.

Kenaikan sebesar 0,12% menempatkan rupiah dalam tren yang sama dengan mata uang kawasan lainnya. Pergerakan serempak seperti ini biasanya mencerminkan adanya sentimen regional yang mempengaruhi pasar Asia secara luas.

Dalam konteks perdagangan harian, perubahan persentase kecil tetap memiliki arti penting bagi pelaku pasar, terutama bagi eksportir, importir, dan investor yang memantau pergerakan nilai tukar secara ketat.

Mayoritas Mata Uang Asia Bergerak Positif

Hingga pukul 09.00 WIB, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,54%. Lonjakan yen tersebut menjadikannya mata uang dengan kinerja paling kuat pada pagi hari di kawasan.

Selanjutnya ada ringgit Malaysia dan dolar Taiwan yang sama-sama melesat 0,41%. Disusul, peso Filipina yang menanjak 0,38%. Penguatan yang relatif merata di berbagai negara Asia ini menunjukkan tren regional yang cenderung positif terhadap dolar AS.

Rupiah yang menguat 0,12% memang tidak menjadi yang tertinggi, namun tetap bergerak dalam arah yang sama. Keselarasan arah ini penting karena menunjukkan bahwa rupiah tidak bergerak sendiri, melainkan mengikuti dinamika pasar Asia secara keseluruhan.

Penguatan yen Jepang yang mencapai 0,54% menjadi sorotan karena selisihnya cukup signifikan dibanding mata uang lain. Sementara itu, ringgit Malaysia dan dolar Taiwan yang sama-sama naik 0,41% memperkuat sentimen positif di Asia Tenggara dan Asia Timur.

Pergerakan Mata Uang Asia Lainnya

Berikutnya, dolar Singapura naik 0,2% dan baht Thailand yang terkerek 0,19%. Lalu ada won Korea Selatan yang menguat 0,15%. Pergerakan ini menunjukkan bahwa sebagian besar mata uang Asia berada di zona hijau pada awal perdagangan.

Kondisi tersebut mencerminkan suasana pasar yang relatif stabil. Penguatan yang terjadi di berbagai negara kawasan Asia memberikan dukungan tambahan bagi rupiah.

Sementara itu, dolar Hongkong menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang melemah setelah turun 0,01% terhadap the greenback. Pelemahan tersebut tergolong sangat tipis dibandingkan penguatan mata uang lainnya.

Dengan hanya satu mata uang yang mencatat pelemahan, gambaran umum pasar Asia pada pagi hari cenderung didominasi oleh penguatan. Hal ini memberikan konteks bahwa pergerakan rupiah bukanlah anomali, melainkan bagian dari tren regional.

Gambaran Umum Perdagangan Pagi Hari

Secara keseluruhan, pembukaan perdagangan pada Senin, 23 Februari 2026, menunjukkan pergerakan yang relatif positif bagi mata uang Asia, termasuk rupiah. Level Rp 16.868 per dolar AS menjadi titik awal perdagangan yang lebih kuat dibandingkan posisi sebelumnya.

Penguatan 0,12% yang dicatat rupiah selaras dengan mayoritas mata uang Asia yang juga terapresiasi terhadap dolar AS. Yen Jepang memimpin dengan kenaikan 0,54%, diikuti ringgit Malaysia dan dolar Taiwan sebesar 0,41%, serta peso Filipina 0,38%.

Tambahan penguatan dari dolar Singapura, baht Thailand, dan won Korea Selatan mempertegas dominasi sentimen positif di kawasan. Di sisi lain, pelemahan tipis dolar Hongkong sebesar 0,01% menjadi satu-satunya pengecualian dalam daftar pergerakan mata uang Asia pagi ini.

Pergerakan nilai tukar pada awal perdagangan sering kali menjadi cerminan awal arah pasar hari tersebut. Meski dinamika masih dapat berubah seiring berjalannya waktu, pembukaan yang menguat memberikan gambaran bahwa rupiah berada dalam jalur yang sejalan dengan tren regional.

Dengan mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS, rupiah memulai pekan ini dengan posisi yang lebih baik dibandingkan akhir pekan sebelumnya. Situasi ini menjadi bagian dari dinamika pasar valuta asing yang terus bergerak mengikuti sentimen global dan regional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index