HARGA SEMBAKO

Satgas Pangan Polda Bali Pastikan Harga Sembako Denpasar Sesuai HET

Satgas Pangan Polda Bali Pastikan Harga Sembako Denpasar Sesuai HET
Satgas Pangan Polda Bali Pastikan Harga Sembako Denpasar Sesuai HET

JAKARTA - Keamanan konsumsi dan keterjangkauan harga pangan menjadi prioritas utama di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif. Di Bali, upaya menjaga isi kantong masyarakat dari spekulasi harga dilakukan melalui langkah preventif yang tegas dan berkelanjutan. Berangsur stabilnya harga sejumlah kebutuhan pokok dari 14 bahan kebutuhan pokok penting (bapoting) di wilayah Denpasar mulai dirasakan masyarakat, menandakan bahwa mekanisme pasar sedang berada dalam pengawasan yang ketat.

Stabilitas tersebut tidak terlepas dari kinerja Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali yang secara rutin melakukan pengawasan harga hingga ke tingkat penjual dan distributor. Kehadiran aparat di lapangan bukan sekadar untuk memantau angka, melainkan untuk memberikan jaminan bahwa ketersediaan barang aman dan harga yang dibayarkan warga tidak melampaui batas kewajaran.

Sidak Intensif Guna Menjamin Konsistensi Harga

Untuk menjaga konsistensi stabilitas harga serta memastikan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) berjalan berkelanjutan, Satgas Saber Pangan Polri kembali melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik distribusi dan penjualan di Denpasar, Selasa. Langkah ini merupakan respons cepat untuk menutup celah bagi oknum yang mencoba mengambil keuntungan tidak sah di tengah stabilisasi harga yang sedang berlangsung.

Sidak difokuskan di Pasar Kreneng, sejumlah distributor, serta ritel modern di wilayah Kota Denpasar. Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena merupakan urat nadi perputaran logistik pangan bagi warga ibu kota Provinsi Bali. Dengan menyasar sektor tradisional dan modern secara bersamaan, Satgas ingin memastikan tidak ada disparitas harga yang mencolok di lapangan.

Sinergitas Lintas Instansi dalam Satgas Sapu Bersih

Kekuatan pengawasan ini terletak pada kolaborasi antarlembaga yang memiliki kewenangan berbeda namun memiliki visi yang sama dalam ketahanan pangan. Dalam kegiatan tersebut, Satgas Saber Pangan Ditreskrimsus Polda Bali bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), serta Bulog.

Semua unsur ini tergabung dalam Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Bali. Adapun lokasi yang menjadi sasaran sidak antara lain Toko Sari Muncul, Toko Daging Potong Ayam UD Dewi Unggas, dan Toko Rayen yang berlokasi di Pasar Kreneng. Selain itu, tim juga melakukan pemeriksaan di Distributor CV Sumber Pangan di Jalan Raya Buluh Indah serta ritel modern Supermarket Bintang di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar. Melalui sinergi ini, aspek yang diawasi tidak hanya harga, tetapi juga legalitas usaha dan kualitas barang yang beredar.

Fokus Pengawasan pada Kepatuhan HET dan Stok Gudang

Pemeriksaan difokuskan pada kesesuaian harga jual 14 bapoting di lapangan dengan HET yang telah ditetapkan pemerintah, serta pengecekan ketersediaan stok di gudang. Langkah ini dilakukan guna memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga wajar serta ketersediaan barang tetap aman. Pengawasan hingga ke gudang distributor sangat penting untuk mengantisipasi adanya upaya penimbunan barang yang bisa memicu kelangkaan semu di pasar.

Kepala Bidang Humas Polda Bali, Jansen Avitus Panjaitan Ariasandy, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Menurutnya, keberadaan polisi di tengah jalur distribusi adalah untuk memberikan rasa tenang bagi konsumen sekaligus pengingat bagi para pelaku usaha agar tetap patuh pada regulasi.

Hasil Temuan Lapangan: Tren Penurunan Harga Telur

Data yang ditemukan di lapangan menunjukkan kabar menggembirakan bagi daya beli masyarakat. ”Kami memastikan harga yang dijual pedagang sesuai dengan HET yang telah ditetapkan pemerintah. Dari hasil sidak hari ini, sebagian besar harga bahan pokok berada di bawah atau sesuai HET. Ini menunjukkan distribusi dan pengawasan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari hasil sidak, sebagian besar bahan pokok tidak ditemukan dijual melebihi HET. Hal ini menjadi indikator bahwa rantai pasok dari produsen ke pasar telah kembali normal. Salah satu komoditas yang mengalami penurunan signifikan adalah telur ayam, yang sebelumnya sempat menjadi salah satu penyumbang fluktuasi harga di Bali. Dengan hasil ini, Polda Bali optimistis stabilitas pangan akan terus terjaga, sembari terus melakukan pengawasan melekat di titik-titik rawan lainnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index