KPR

BTN Salurkan KPR Rp555 Triliun Fokus Utama Rumah Subsidi MBR

BTN Salurkan KPR Rp555 Triliun Fokus Utama Rumah Subsidi MBR
BTN Salurkan KPR Rp555 Triliun Fokus Utama Rumah Subsidi MBR

JAKARTA - Keberpihakan sektor perbankan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menjadi kunci utama dalam menekan angka backlog perumahan di Indonesia. Dalam kancah persaingan pembiayaan properti, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) nasional. Berdasarkan data terbaru hingga akhir tahun 2025, bank pelat merah ini telah mencatatkan angka penyaluran kredit yang fantastis, di mana porsi terbesar dialokasikan untuk sektor rumah subsidi.

Pencapaian ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan manifestasi dari komitmen panjang perusahaan yang sudah dimulai sejak dekade 70-an. Dengan akumulasi penyaluran mencapai ratusan triliun rupiah, BTN membuktikan bahwa segmen menengah ke bawah tetap menjadi mesin pertumbuhan utama bagi perseroan di tengah dinamika ekonomi global tahun 2026.

Rekam Jejak Panjang dan DNA Pembiayaan Perumahan

Sejarah mencatat bahwa BTN adalah pionir yang memperkenalkan konsep KPR di tanah air. Sejak pertama kali program ini diluncurkan pada tahun 1976, fokus utama bank ini tidak pernah bergeser dari urusan papan atau tempat tinggal bagi rakyat. Konsistensi selama hampir setengah abad inilah yang membentuk identitas perusahaan sebagai spesialis pembiayaan hunian.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa peran strategis ini telah mendarah daging dalam operasional bank. Menurutnya, BTN memiliki sejarah panjang dalam mendukung pembangunan perumahan nasional. Sejak 1976, BTN telah menyalurkan KPR pertama di Indonesia.

“Sejak saat itu, pembiayaan perumahan menjadi DNA perseroan,” ujar Nixon dalam keterangan resmi di Jakarta. Pernyataan ini menegaskan bahwa setiap langkah strategis yang diambil bank selalu berpusat pada upaya mempermudah akses kepemilikan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dominasi Segmen Subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Hingga penutupan buku Desember 2025, total realisasi penyaluran kredit perumahan oleh BTN secara akumulatif telah menyentuh angka 5.976.874 unit rumah yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Dari total unit tersebut, nilai pembiayaan yang dikucurkan mencapai Rp555,11 triliun. Menariknya, profil penyaluran ini menunjukkan keberpihakan yang sangat kuat pada masyarakat kecil.

Sekitar 74% dari total unit yang dibiayai atau sebanyak 4,4 juta unit merupakan KPR subsidi dengan nilai total mencapai Rp300,99 triliun. Angka ini mencerminkan betapa besarnya ketergantungan program perumahan pemerintah terhadap infrastruktur pembiayaan yang dimiliki BTN.

Secara lebih terperinci, penyaluran di sektor subsidi ini terbagi ke dalam dua lini utama, yaitu konvensional dan syariah. KPR subsidi konvensional masih mendominasi dengan catatan 4,06 juta unit yang memiliki nilai kapitalisasi sebesar Rp258,27 triliun. Sementara itu, unit usaha syariah BTN juga menunjukkan taji dengan menyalurkan pembiayaan untuk 338.097 unit rumah melalui plafon senilai Rp42,72 triliun.

Kinerja Sektor Non-Subsidi dan Pembiayaan Lainnya

Meski dikenal sebagai jawara di segmen subsidi, BTN tidak mengabaikan pasar komersial atau non-subsidi. Segmen ini tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap portofolio perusahaan, menyasar masyarakat kelas menengah yang menginginkan hunian dengan spesifikasi di atas rumah subsidi.

Di segmen non-subsidi ini, BTN tercatat telah memfasilitasi kepemilikan untuk 1,3 juta unit rumah dengan total nilai mencapai Rp218,57 triliun. Jika dibedah, porsi KPR non-subsidi konvensional mencapai 1,18 juta unit dengan kucuran dana Rp191,46 triliun. Di sisi lain, KPR non-subsidi berbasis syariah juga terus tumbuh dengan raihan 125.410 unit yang bernilai Rp27,1 triliun.

Selain fokus pada pembelian hunian baru maupun bekas, BTN juga menyediakan fasilitas pembiayaan bagi masyarakat yang ingin membangun rumah sendiri atau membutuhkan dana segar dengan jaminan aset properti. Nixon menjelaskan bahwa BTN juga menyalurkan Kredit Agunan Rumah (KAR) dan Kredit Bangun Rumah (KBR). Untuk kategori ini, perseroan telah merealisasikan pembiayaan sebanyak 262.876 unit dengan total nilai Rp35,5 triliun.

Optimisme Menghadapi Tantangan Industri Properti 2026

Dengan capaian yang solid tersebut, BTN optimis dapat terus menjadi pemimpin pasar dalam industri KPR. Integrasi antara layanan konvensional dan syariah, serta kemudahan proses melalui transformasi digital, menjadi senjata utama perseroan dalam menjaga kepercayaan nasabah.

Kenaikan harga material bangunan dan dinamika suku bunga memang menjadi tantangan tersendiri pada tahun 2026. Namun, dengan struktur portofolio yang didominasi oleh program subsidi pemerintah, BTN memiliki bantalan yang cukup kuat terhadap gejolak pasar komersial. Ke depan, bank ini diproyeksikan akan terus memperluas jangkauannya, terutama dalam mendukung target pemerintah untuk menyediakan hunian layak huni dan terjangkau bagi jutaan keluarga di Indonesia yang belum memiliki rumah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index