AirAsia Tambah Kapasitas Kargo Dorong Ekspor Komoditas Laut Sulawesi

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:39:04 WIB
AirAsia Tambah Kapasitas Kargo Dorong Ekspor Komoditas Laut Sulawesi

JAKARTA - AirAsia memperkuat layanan pengangkutan kargo dari Sulawesi dengan pembukaan rute baru yang menghubungkan Makassar dengan Surabaya, Kendari, Palu, dan Luwuk. 

Rute-rute ini akan mulai beroperasi pada 7 Maret 2026, dengan total delapan frekuensi penerbangan per hari. Penambahan rute tersebut tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga secara signifikan menambah kapasitas kargo yang tersedia.

“Dengan rute-rute baru ini, ada fasilitas kargo tambahan. Satu pesawat memiliki kapasitas sekitar 3 ton. Jika dalam 1 hari terdapat delapan frekuensi penerbangan, maka tersedia kapasitas hingga 24 ton per hari untuk diangkut,” ujar Head of Indonesia Affairs & Policy, Indonesia AirAsia, Eddy Krismeidi.

Langkah ini menjadi strategi penting untuk mendorong volume pengiriman hasil laut Sulawesi ke pasar internasional. Selama ini, kargo AirAsia dari Sulawesi banyak digunakan untuk pengiriman komoditas laut yang bernilai ekonomi tinggi, sehingga penambahan kapasitas menjadi sangat strategis bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah.

Strategi Labeling Produk untuk Pendapatan Daerah

Selain menambah rute, AirAsia juga memperkenalkan strategi pelabelan produk sesuai dengan daerah asal. Skema ini bertujuan agar setiap aktivitas ekspor dapat tercatat sebagai kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) di masing-masing wilayah di Sulawesi.

“Dengan label asal daerah yang jelas, kontribusi ekonomi dari ekspor produk laut seperti ikan segar, udang ronggeng, lobster, hingga teripang dapat dirasakan langsung oleh pemerintah daerah setempat,” tambah Eddy.

Pendekatan ini tidak hanya memberikan transparansi, tetapi juga membantu pemerintah daerah dalam mengukur manfaat ekonomi dari aktivitas ekspor. 

Strategi ini diharapkan mendorong partisipasi pelaku usaha lokal untuk memanfaatkan kapasitas kargo secara maksimal dan menjaga kualitas produk agar tetap kompetitif di pasar global.

Potensi Pasar Ekspor yang Masih Terbuka

Eddy Krismeidi menekankan bahwa pasar ekspor dari Sulawesi masih sangat luas. Negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, China, hingga Arab Saudi menjadi target potensial. Saat ini, AirAsia sudah rutin mengangkut ikan segar jenis tenggiri dan kerapu untuk pasar Kuala Lumpur.

Maskapai memanfaatkan hub di Surabaya dan Kuala Lumpur untuk menghubungkan produk dari Sulawesi ke jaringan global. Selain Kuala Lumpur, rute ke Shenzhen (China) menjadi salah satu fokus utama karena tingginya permintaan terhadap fresh fish.

“Kami juga melihat potensi ke Jeddah dan Singapura. Dengan konektivitas AirAsia yang kuat di Kuala Lumpur, kami akan membawa kargo-kargo potensial ini ke destinasi internasional yang lebih luas,” ungkap Eddy.

Dengan kapasitas kargo yang ditingkatkan, ekspor komoditas laut dari Sulawesi berpeluang lebih besar untuk menembus pasar global. Hal ini juga memberikan dampak positif bagi pendapatan daerah serta kesejahteraan pelaku usaha lokal.

Dukungan bagi Pelaku Usaha Lokal

AirAsia aktif mendorong pelaku usaha kargo di Sulawesi Selatan dan sekitarnya untuk memanfaatkan kapasitas tambahan ini. Dengan layanan kargo yang diperluas, arus barang dari wilayah timur Indonesia ke pasar internasional dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Fasilitas kargo yang memadai memungkinkan pengusaha skala kecil hingga menengah untuk mengirimkan produk berkualitas tinggi, sekaligus menjaga nilai jual di pasar ekspor. 

Strategi ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat sektor perikanan, dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitar wilayah produksi.

Eddy menekankan bahwa setiap pengiriman melalui AirAsia kini dapat dilacak dengan lebih efisien. Dengan manajemen rantai pasok profesional, nilai komoditas tetap terjaga, risiko kerusakan selama pengiriman diminimalkan, dan pelaku usaha dapat memastikan barang sampai di tujuan sesuai standar.

Dampak Ekonomi dan Masa Depan Ekspor

Penambahan kapasitas kargo AirAsia memiliki dampak ganda. Pertama, mempercepat ekspor komoditas laut dan meningkatkan kontribusi PAD daerah. Kedua, memperkuat peran AirAsia sebagai penggerak logistik nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia.

Kapasitas kargo tambahan memberikan peluang bagi Sulawesi untuk menempati posisi strategis dalam perdagangan global. 

Produk-produk seperti ikan segar, udang, lobster, dan teripang dapat lebih mudah diangkut ke pasar internasional. Dengan strategi pelabelan daerah, setiap ekspor dapat memberi manfaat langsung pada perekonomian lokal.

AirAsia juga memastikan setiap proses pengiriman diawasi dengan ketat dan dilengkapi asuransi sebagai mitigasi risiko atas barang bernilai tinggi. 

Selain itu, skema multimoda digunakan untuk distribusi, termasuk penggunaan kereta dan truk untuk memastikan kelancaran pengiriman dari gudang ke bandara atau sebaliknya.

“Kami memastikan seluruh proses pengiriman berjalan sesuai standar keselamatan dan operasional yang ketat. Dengan bobot dan nilai aset yang signifikan, setiap tahapan dirancang secara presisi untuk menjamin keamanan dan ketepatan waktu,” ujar Eddy.

Dengan konektivitas yang kuat dan kapasitas kargo yang memadai, AirAsia berpotensi mendorong Indonesia menjadi pemain utama ekspor produk laut di kawasan Asia Tenggara. 

Strategi ini sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan menjaga stabilitas harga produk laut di pasar ekspor.

Terkini