Kemenhub Siapkan Modifikasi Cuaca Antisipasi Hujan Lebat Saat Mudik 2026

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:44:04 WIB
Kemenhub Siapkan Modifikasi Cuaca Antisipasi Hujan Lebat Saat Mudik 2026

JAKARTA - Keamanan dan kenyamanan pemudik menjadi prioritas utama pemerintah dalam menyambut arus mudik Lebaran Idulfitri tahun ini. Menghadapi tantangan anomali cuaca yang sulit diprediksi, langkah-langkah preventif berbasis teknologi mulai disiapkan secara matang. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal menerapkan modifikasi cuaca pada masa angkutan lebaran Idulfitri tahun ini. Langkah strategis ini diambil sebagai instrumen mitigasi untuk meminimalkan dampak gangguan alam terhadap pergerakan jutaan orang di berbagai moda transportasi. Modifikasi cuaca dilakukan untuk mengantisipasi curah hujan tinggi yang berpotensi memicu banjir dan hambatan perjalanan.

Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, operasi modifikasi cuaca akan bersifat opsional, tergantung pada dinamika atmosfer yang terpantau mendekati hari pelaksanaan. Dudy menyebut bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk persiapan angkutan lebaran agar sinkronisasi data dan tindakan di lapangan dapat berjalan efisien.

Teknologi Modifikasi Cuaca sebagai Benteng Arus Mudik

Dalam penjelasannya di hadapan publik, Menhub Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya pencegahan sejak dini. Kondisi cuaca yang ekstrem sering kali menjadi faktor utama penghambat mobilitas masyarakat, sehingga intervensi teknologi menjadi pilihan yang rasional. "Kemudian juga kami melihat situasi cuaca, kita akan mengupayakan bila dimungkinkan untuk melakukan operasi modifikasi cuaca. Ya supaya kita bisa mencegah atau mengupayakan tidak terjadi intensitas hujan tinggi pada saat angkutan lebaran nanti," ujar Dudy di Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat.

Penerapan operasi modifikasi cuaca ini diharapkan dapat memecah gumpalan awan penghujan sebelum memasuki area-area krusial jalur mudik. Dengan menekan intensitas hujan di titik-titik rawan, risiko kemacetan akibat genangan air atau penundaan jadwal keberangkatan transportasi umum dapat dikurangi secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa persiapan Lebaran tahun ini tidak hanya fokus pada manajemen lalu lintas, tetapi juga pada pengendalian faktor alam.

Strategi Multisektoral di Jalur Darat, Laut, dan Udara

Upaya menciptakan kelancaran arus mudik dilakukan secara menyeluruh di semua lini. Kemenhub melakukan beberapa persiapan jelang periode arus mudik dan arus balik Idulfitri, baik di darat, laut, dan udara. Dudy berkomitmen memberikan pelayanan yang lebih baik dibandingkan tahun lalu melalui evaluasi menyeluruh terhadap hambatan-hambatan yang pernah terjadi di masa lampau.

"Beberapa kebijakan, persiapan untuk mudik gratis, kemudian pembatasan kendaraan yang sumbu tiga ke atas, pelabuhan, khususnya penyeberangan, baik di Merak-Bakauheni, maupun yang di Ketapang-Gilimanuk, penyeberangan menjadi salah satu concern kita," terang Dudy. Titik-titik penyeberangan tersebut memang sering menjadi area kritis, sehingga pengendalian cuaca di lokasi pelabuhan sangat vital untuk menjamin keselamatan pelayaran dan kelancaran antrean kendaraan di dermaga.

Mitigasi Banjir di Jalur Rel Kereta Api

Transportasi kereta juga menjadi fokus lainnya dalam skema pengamanan mudik tahun ini. Sebagai moda yang sangat bergantung pada kestabilan jalur rel, ancaman banjir merupakan risiko serius yang harus diantisipasi. Dudy menyebut modifikasi cuaca menjadi salah satu yang disiapkan demi menghindari bencana banjir yang bisa merendam jalur rel. Genangan di jalur kereta api sering kali menyebabkan keterlambatan berantai yang merugikan ribuan penumpang.

Selain mengandalkan modifikasi cuaca, Kemenhub juga melakukan langkah-langkah infrastruktur fisik secara paralel. Perbaikan sarana dan peninggian struktur jalur di lokasi rawan menjadi solusi permanen yang terus dikebut pengerjaannya. "Jalur rel kemarin itu seperti yang di Pekalongan, KAI melakukan peninggian rel," tutup Dudy. Dengan kombinasi antara rekayasa cuaca dan penguatan infrastruktur, pemerintah berharap arus mudik dan balik 2026 dapat berlangsung dengan risiko seminimal mungkin meskipun cuaca sedang tidak bersahabat.

Terkini