JAKARTA - Di tengah gempuran tren kuliner modern dan kafe kekinian, Garut justru menyimpan kekuatan pada cita rasa lama yang tak lekang waktu.
Kota berhawa sejuk di Jawa Barat ini bukan hanya dikenal karena panorama alam dan pegunungannya, tetapi juga karena deretan tempat makan yang telah bertahan sejak era sebelum kemerdekaan.
Dari warung sederhana hingga jajanan kaki lima, semuanya memiliki satu kesamaan: resep turun-temurun yang tetap dijaga hingga hari ini.
Diracik dengan resep turun-temurun, beberapa tempat kuliner legendaris di Garut ini masih eksis sampai sekarang. Menunya mulai dari surabi hingga soto. Keberadaan mereka bukan sekadar tempat makan, melainkan juga saksi perjalanan sejarah dan perubahan zaman.
Garut berada di wilayah Jawa Barat dan dikenal dengan julukan Kota Intan. Daerah ini terkenal akan keindahan alam, pegunungan, dan udara sejuknya. Tak heran jika wisatawan datang bukan hanya untuk berlibur, tetapi juga berburu sajian khas yang autentik.
Selain wisata alamnya, Garut juga identik dengan dodol dan aneka jajanan tradisional. Ragam kulinernya kaya rasa dan sarat sejarah panjang. Banyak tempat makan di Garut yang telah bertahan puluhan tahun. Resep turun-temurun membuat rasanya tetap konsisten dan dicintai lintas generasi.
Soto H. Achri
Warung soto legendaris di Garut ini telah berdiri sejak 1943, jauh sebelum Indonesia merdeka. Soto H. Achri berlokasi di kawasan Pasar Jagal, tepatnya di Jalan Mandalagiri, Gang Hardjo.
Soto di sini cocok jadi menu sarapan, disajikan dengan isian yang melimpah. Mulai dari daging sapi, tulang muda, hingga tetelan dimasak dengan cita rasa gurih. Kuahnya hangat dan kaya rempah, cocok dinikmati di udara sejuk Garut.
Menariknya, proses memasaknya masih memakai kayu bakar secara tradisional. Cara ini dipercaya menjaga cita rasa khas yang tidak berubah sejak dahulu.
Harga sotonya ramah di kantong, dari Rp 17.000 hingga Rp 38.000 per porsi. Meski sederhana, warung ini selalu ramai oleh pelanggan setia maupun wisatawan yang penasaran dengan rasanya.
Kue Balok Maranti
Kue Balok Maranti jadi salah satu ikon kuliner manis Garut yang bertahan sejak 1942. Dibuat dari telur pilihan dengan cara tradisional, teksturnya lembut dan aromanya harum.
Kue ini hadir dalam dua rasa, original dan cokelat. Meski sederhana, cita rasanya konsisten sejak puluhan tahun lalu. Harganya pun ramah di kantong, mulai Rp 2.500 untuk original dan Rp 3.000 untuk cokelat.
Gerainya ada di Kadungora dan Leles, mudah dijangkau wisatawan. Lokasinya ada di Jalan Baru, Cigunung Agung, Caringin, serta depan Kantor Kecamatan Leles. Tak sedikit pembeli yang rela antre demi membawa pulang kue balok hangat sebagai oleh-oleh khas Garut.
Surabi Papandayan Legend
Belum lengkap rasanya ke Garut tanpa mencicipi Surabi Papandayan yang legendaris. Kuliner ini sudah hadir sejak 1960 dan tetap jadi favorit hingga kini.
Ciri khas surabi Garut terletak pada teksturnya yang lebih tebal dan kenyal di bagian tengah. Rasanya gurih legit, cocok dinikmati hangat saat santai. Proses pembuatannya masih menggunakan tungku tradisional, menghasilkan aroma khas yang menggoda.
Lokasinya berada di Jalan Papandayan No.3, Paminggir, Garut Kota. Harganya sangat ramah, mulai Rp 5.000 per porsi. Surabi ini sering jadi pilihan camilan sore, baik oleh warga lokal maupun wisatawan yang ingin mencicipi rasa autentik Garut.
Warung Nasi Khas Sunda Karacak
Warung Nasi Khas Sunda Karacak ini juga tak kalah legendaris. Warung ini berdiri sejak 1973. Lokasinya di Jalan Karacak No.7, Kota Kulon, Garut Kota.
Di sini tersedia aneka lauk dalam konsep prasmanan yang bisa dipilih sesuai selera. Menu khas Sunda seperti oseng kangkung, sambal, ayam goreng, ikan, hingga asin melimpah. Semua disajikan dengan cita rasa rumahan yang sederhana namun menggugah selera.
Cita rasa rumahan dan cocok untuk makan siang bersama keluarga. Tak heran warung ini tetap ramai dan jadi favorit warga lokal maupun wisatawan. Suasana yang hangat dan pilihan lauk yang beragam membuat pelanggan kerap kembali lagi.
Mie Bakso Hampor H. Mamad
Mie Bakso Hampor H. Mamad merupakan kuliner legendaris Garut yang berdiri sejak 1974. Warung ini dikenal dengan baksonya yang lembut dan gurih.
Menu andalannya adalah Mie Baso Toge Sayur yang segar dan mengenyangkan. Racikannya sederhana, tapi rasanya sukses membuat warung ini punya banyak pelanggan. Kuah kaldu yang gurih berpadu dengan mie dan toge segar menciptakan kombinasi yang pas.
Harga seporsinya dibanderol kisaran Rp 15.000-Rp 25.000, tergantung pilihan menu dan tambahan isian. Lokasinya di Jalan Raya Samarang, Sukagalih, Tarogong Kidul, Garut. Meski telah berdiri puluhan tahun, warung ini tetap bertahan di tengah persaingan kuliner modern.
Keberadaan lima tempat makan ini membuktikan bahwa konsistensi rasa dan kesetiaan pada resep lama adalah kunci bertahan. Di saat banyak tren datang dan pergi, kuliner legendaris Garut justru semakin dicari karena menawarkan keaslian.
Bagi pencinta wisata kuliner, Garut bukan sekadar destinasi alam, melainkan juga perjalanan rasa menelusuri waktu.
Dari soto berkuah hangat hingga surabi gurih yang dimasak di atas tungku, semuanya menghadirkan pengalaman yang tak hanya mengenyangkan, tetapi juga menyimpan cerita panjang lintas generasi.